Hutang Rp 6,7 T Lunas, Jiwasraya Ganti Logo

Jakarta, 13 Oktober 2014 – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menggelar acara syukuran dan peresmian logo baru di Gedung Arsip Nasional, Jakarta pada Senin (13/10). Syukuran dilakukan dalam rangka pencapaian kinerja perusahaan tahun 2014 yang sangat menggembirakan, dengan berhasil menuntaskan hutang sebesar Rp 6,7 triliun.

Acara dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, jajaran direksi Jiwasraya yaitu Direktur Utama Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan Direktur Pemasaran De Yong Adrian,  nasabah Jiwasraya dan undangan lainnya.

Dahlan Iskan mengapresiasi perusahaan pelat merah ini yang berhasil melunasi hutang dengan usaha sendiri dalam waktu yang singkat. “Saya sangat bangga dengan pencapaian Jiwasraya yang tahun ini sudah benar-benar merdeka. Beban hutang yang mencapai angka Rp 6,7 triliun diselesaikan sendiri hanya dalam waktu empat tahun,” demikian dikatakan Dahlan Iskan.

Jiwasraya berhasil menyelesaikan beban hutang yang besar tanpa membebankan negara, yakni melalui pola reasuransi dengan menggandeng mitra perusahaan reasuransi di Amerika pada tahun 2009. Selain itu, Jiwasraya juga melakukan revaluasi untuk tujuan komersial atas semua aset yang dimiliki. Hal ini yang membuat Jiwasraya akhirnya dapat menyelesaikan masalah cadangan premi yang menjadi kewajiban perusahaan pada akhir tahun 2013.

Sementara itu, Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim mengatakan bahwa tahun 2014 merupakan tahun yang spesial bagi Jiwasraya. “Di usia kami yang telah 155 tahun kami berhasil menyelesaikan hutang kewajiban perusahaan. Kami juga memperkenalkan logo baru sebagai simbol keteguhan hati Jiwasraya untuk tetap bertahan dan menegaskan eksistensi kami di industri asuransi yang terpercaya di Indonesia,” ungkap Hendrisman.

Logo Baru dan Manchester City Football Club

Lebih lanjut Hendrisman menjelaskan, logo baru Jiwasraya yang diperkenalkan menampilkan visualisasi dua pohon yang menyerupai dua hati. Logo baru tersebut memiliki makna  perlindungan masa depan namun lebih jauh lagi juga memberikan makna peace of mind, yaitu ketentraman hati dan pikiran. “Kami memberikan berbagai layanan asuransi jiwa serta perencanaan keuangan yang terbaik dan terpercaya untuk para pelanggan setia kami,” jelas Hendrisman.

Dalam kesempatan syukuran, perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia dengan  6,5 juta nasabah ini juga  menyampaikan  kerjasama dengan juara klub sepakbola liga Inggris, Manchester City Football Club. Kerjasama ini bagian dari rebranding perusahaan sebagai oficial partner. Kerjasama ini diharapkan bisa membuat masyarakat semakin mengenal identitas perusahaan dan mampu menambah jumlah nasabah mengingat fans Manchester City di Indonesia jumlahnya mencapai 5 juta orang.

Pameran Asuransi Jiwasraya

Siang hari sebelum acara syukuran, Jiwasraya mengadakan pameran sejarah perusahaan sejak berdiri pada tahun 1859, yang dibuka gratis untuk publik di tempat yang sama. Pameran ini menampilkan transformasi Jiwasraya dari waktu ke waktu dan juga barang-barang antik Jiwasraya yang tak ternilai seperti polis pertama dalam bahasa Belanda, mesin ketik dan mesin display jaman dulu.

Acara syukuran ini juga dimeriahkan oleh beberapa musisi tanah air yaitu Andien, Tompi dan Tya Subiakto. “Acara ini sebagai ajang untuk mensyukuri nikmat dan keberhasilan perusahaan yang dicapai berkat kontribusi semua elemen di dalam Jiwasraya dan pihak terkait lainnya. Semoga kedepan kami dapat terus hadir melayani dan menjadi bagian dari kesuksesan industri asuransi di Indonesia,” tutup Hendrisman.

--- selesai ---

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Wiwik Sutrisno

Kabag Komunikasi Korporat

PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

Tel: 384 5031

Email: wiwiks@jiwasraya.co.id

Andryan Wijaya

PR Consultant

Fortune PR

Tel: 021 788 39313

Email: andryan@fortunepr.com

 

KINERJA JIWASRAYA

INDIKATOR Q 3

2013

2014

%

Premi 

3,2 triliun

4 triliun

25

Laba 

31 miliar

151 miliar

387,10 

Investasi

8,8 triliun

15,2 triliun

72,73

Hasil Investasi

806 miliar

1 triliun

24,07

Klaim

2,9 triliun

3,1 triliun

6,9