Touring merupakan aktivitas penting bagi pengendara Harley Davidson. Dalam aktivitas perjalanannya pengendara motor besar perlu memperhatikan keselamatan diri dan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Personal Accident memastikan pengendara Harley Davidson terlindungi secara optimal. Segera daftarkan diri Anda ke Harley Owners Group (H.O.G.) Jakarta Chapter.

Manfaat Asuransi

  • Meninggal Dunia karena kecelakaan mengendarai Harley Davidson dibayarkan sebesar Rp. 500.000.000,-
  • Cacat Tetap Total karena kecelakaan mengendarai Harley Davidson dibayarkan sebesar Rp. 500.000.000,-
  • Cacat Tetap Sebagian karena kecelakaan mengendarai Harley Davidson dibayarkan % tertentu UA Cacat Tetap Total
  • Rawat Inap karena kecelakaan mengendarai Harley Davidson maksimal per tahun Rp. 75.000.000,-
  • Bantuan Biaya Evakuasi ke Rumah Sakit karena kecelakaan mengendarai Harley Davidson maksimal per tahun Rp. 15.000.000,-

Prosedur dan Persyaratan Pengajuan Klaim :

A. Apabila Tertanggung/Peserta Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

  • Surat Pengajuan dari Pemegang Polis (H.O.G. Jakarta Chapter)
  • Kartu Kepesertaan Personal Accident 
  • Berita Acara Meninggal Dunia karena kecelakaan dari  Kepolisian/Pihak yang berwenang Lurah/Kepala Desa
  • Surat Keterangan sebab kematian dari dokter

B. Apabila Tertanggung/Peserta mengalami cacat tetap total seluruhnya atau cacat tetap sebagian karena kecelakaan

  • Surat Pengajuan dari Pemegang Polis (H.O.G. Jakarta Chapter)
  • Kartu Kepesertaan Personal Accident
  • Berita Acara dari Kepolisian/Pihak yang berwenang (dalam hal kecelakaan)
  • Surat Keterangan cacat tetap total seluruhnya atau cacat tetap sebagian dari dokter

C. Apabila Tertanggung/Peserta harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit karena kecelakaan

  • Surat Pengajuan dari Pemegang Polis (H.O.G. Jakarta Chapter)
  • Asli Kartu Kepesertaan Personal Accident
  • Berita Acara dari Kepolisian/Pihak yang berwenang (dalam hal kecelakaan)
  • Surat Keterangan dari dokter untuk rawat inap

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)