Jiwasraya : Jangan Lupakan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah

Apa yg disebut dengan pencucian uang? Mengapa pencucian uang selalu dikaitkan dengan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah?
Istilah pencucian uang atau money laundering sudah sering kita dengar. Namun apakah kita benar – benar mengerti dengan apa yg disebut pencucian uang? Pencucian uang adalah suatu perbuatan untuk menyamarkan asal usul uang hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang kotor tersebut selanjutnya dapat dipergunakan. Tindak pidana pencucian uang sangat dekat dengan Sebagai insan Jiwasraya yang baik tentunya kita harus aware dalam upaya pencegahan tindak pidana yang dapat mengancam reputasi perusahaan kita.. Ada tiga tahap dalam pencucian uang yaitu:
•    Placement : Tahap dimana pencuci menempatkan uang kotor tersebut ke dalam sistem keuangan.
•    Layering : Dalam tahap ini pencuci berusaha untuk memutuskan hubungan uang kotor itu dari sumbernya, dengan cara memindahkan uang tersebut dari satu institusi keuangan ke institusi keuangan lain, hingga beberapa kali. Dengan cara memecah-mecah jumlahnya, dana tersebut dapat dipergunakan untuk pembelian dan penjualan instrumen investasi. 
•    Integration : merupakan tahap menyatukan kembali uang-uang kotor tersebut setelah melalui tahap-tahap placement atau layering, untuk selanjutnya uang tersebut dapat dipergunakan.
Dalam kegiatan bisnisnya, Penyedia Jasa Keuangan (PJK) menawarkan berbagai jasa dan instrumen keuangan yang dapat digunakan sebagai sarana pencucian uang. Berbagai macam cara akan dilakukan oleh pelaku pencucian uang dengan menggunakan kelemahan sistem keuangan di industri keuangan. PJK berupaya mencegah kegiatan pencucian uang dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola usahanya. Salah satu prinsip kehati-hatian yang diterapkan adalah prinsip mengenal nasabah. Upaya ini merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang kurang sempurna dapat menimbulkan risiko reputasi dan hukum bagi PJK. Risiko reputasi berkaitan dengan pandangan dan berakibat hilangnya rasa percaya masyarakat terhadap integritas PJK. Risiko hukum berkaitan dengan sanksi dan denda yang diterima apabila PJK gagal menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah.
PJK wajib melaporkan transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan diluar kebiasaan dan profil nasabah kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan pencucian uang yang dilakukan melalui PJK.
Prinsip Mengenal Nasabah harus dilakukan dengan baik agar PJK terhindar dari risiko reputasi terkait penilaian masyarakat yang dapat merugikan PJK.
Di sektor asuransi, inisiatif untuk memerangi pencucian uang telah dimulai sejak adanya  Keputusan Menteri Keuangan No 45/KMK.06/2003 pada tanggal 30 januari 2003, dan di ubah pada tahun 2006 dikeluarkanya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 74/PMK.012/2006 tentang Penerapan Prinsip Mengenai Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non Bank. Diperkuat dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39/POJK.05/2015 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) oleh Penyedia Jasa Keuangan di Sektor Industri Keuangan Non-Bank.
Jiwasraya sebagai PJK berkomitmen mendukung program APU dan PPT yang diwujudkan dalam penerapan prosedur penerimaan nasabah yang benar. Sebelum melakukan perikatan dengan nasabah, Jiwasraya wajib mengetahui latar belakang dan identitas calon nasabah, maksud dan tujuan calon nasabah melakukan perikatan, profil keuangan calon nasabah. Dengan adanya prinsip mengenal Nasabah, kita bisa tahu apabila transaksi keuangan yang dilakukan menyimpang dari profil dan karakteristiknya. Prinsip tersebut tidak hanya dilakukan bagi nasabah baru tetapi bagi nasabah lama yang bahkan sudah dikenal bertahun-tahun dan dilakukan dengan pengkinian data agar data yang dimiliki tetap up to date.
Upaya pencegahan dan pemberantasan Pencucian Uang adalah tugas kita bersama dalam mendukung pemerintah demi terwujudnya Indonesia yang bebas dari tindak pidana pencucian uang. Banyak hal yang dapat kita lakukan salah satunya dengan cara melapor apabila terdapat indikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan. Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat di Buku Saku Pedoman Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

(Marsha)